Category Archives: religion

Liberal Islam?

Salah satu efek dari internet adalah terbukanya kebebasan berpendapat dan mengekspresikan diri. Kalau kita surfing di net, kita bisa banyak sekali mendapatkan berbagai informasi dari berbagai sudut pandang. Sebanyak jumlah warga cyberspace, dan tentunya ditambah dengan jumlah seluruh manusia yang sudah meninggalkan alam fana tapi tetap meninggalkan jejaknya di dunia maya.

Salah satu topik yang sempat menarik perhatian saya baru-baru ini adalah tentang Islam Liberal. Saya sempat mengikuti beberapa thread tentang Islam Liberal vs Islam yang tetap berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah.

Di sini saya tidak bermaksud menulis tentang polemik kedua kubu tersebut. Saya cuma ingin curhat tentang kesan-kesan saya membaca pemikiran-pemikiran para pendukung Islam Liberal. Tentunya dari sisi seorang muslim yang masih sangat awam terhadap agamanya. Yang tidak ngelotok dalam soal dalil-dalil dst.

Kesan saya pada intinya adalah saya merasa terkesima dengan cara berpikir mereka yang sangat mendewakan “akal” (kalau buat saya pribadi, “akal” dalam konteks tersebut sebetulnya bisa dibaca sebagai “hawa nafsu”).

Seperti sudah saya bilang tadi, di sini saya tidak mau mengupas apalagi menghakimi orang-orang seperti itu. Who am I to judge them anyway? Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berusaha menempatkan Allah SWT di atas segala-galanya, saya cuma bertanya-tanya dalam hati: seandainya seorang yang menganut faham Liberal mati, gimana mereka mau bicara di hadapan Allah nanti ya? Apa mereka mau berdebat juga dengan akalnya terhadap Allah? Ah, ini cuma pertanyaan iseng aja. Pertanyaan ini nggak relevan terhadap mereka yang tidak beriman terhadap Islam tentunya, baik yang tidak beriman secara keseluruhan maupun yang tidak beriman sebagian… 🙂

Advertisements

The Meaning of Independence Day

Illustration taken from www.intelitechgroup.comNggak kerasa sudah hampir tanggal 20 Agustus. Jadi sudah nyaris 3 hari lewat dari Hari Kemerdekaan RI. Rasanya hari-hari berlalu begitu aja. Nggak ada bedanya.

Mungkin ini efek dari tinggal di negeri orang. Walaupun semasa tinggal di Indonesia pun secara pribadi saya tidak merasa perlu merayakan hari kemerdekaan RI, tapi paling nggak dulu saya masih aware karena suasananya jelas terasa. Paling nggak tanggal 17 Agustus itu libur… and that’s the best part actually!

Bolehlah kalau saya mau disebut tidak nasionalis. Bukan berarti saya tidak menghargai makna dan hikmah kemerdekaan. Bukan berarti saya tidak peduli dan merasa tidak butuh dengan Indonesia, cuma mungkin tepatnya saya tidak menganut ideologi nasionalis. Nasionalisme buat saya bukan segala-galanya. Bukan sesuatu yang harus dibela dengan mempertaruhkan nyawa sampai titik darah penghabisan.

Konsekuensinya, merayakan Hari Kemerdekaan terus terang jadi tidak terlalu relevan buat saya pribadi. Cukup berdoa dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua.