In Search of Husnul Khatimah

Offensive Slang for Other Race

August 20, 2007 · 1 Comment

racesHari ini ada diskusi hangat di milis tentang slang orang Malaysia (dan sebetulnya juga orang Singapore dan Brunei) terhadap orang Indonesia: Indon.

Kelihatannya banyak expat Indonesia di MY yang tidak terima dengan sebutan itu. Sebutan itu dianggap offensive dan berkonotasi buruk. Lucunya para TKI di MY dan/atau orang-orang Indonesia yang tidak berdomisili di MY/SG/BR kadang tidak terlalu peduli dengan sebutan Indon.

Sebetulnya offensive slang itu suatu hal bisa dengan mudah dijumpai di banyak negara. C’est la vie, mon ami. Contohnya kalau di US: nigger/nigga (buat black people), kike (buat jews), spik (buat latinos), atau redneck (buat white rural laboring class). Kalo di Inggris: toad (buat french). Di Malaysia: indon, bangla, mat saleh.

Di Indonesia pun kita punya yang seperti itu. Ingat akan terminologi “Cina” di negeri kita yang buat kalangan tertentu bisa dianggap offensive even though actually that’s the most correct term? Makanya di kita, sebutan itu sering diperhalus sebagai “warga keturunan” atau “tionghoa”, atau bahkan “chinese”.

Satu contoh lain slang di Indonesia adalah “bule”. Cuma entah kenapa, slang yang satu itu tidak berkesan offensive. Mungkinkah karena kita merasa inferior terhadap bangsa kulit putih?

Semuanya memang tergantung pada “rasa”. Semuanya juga kembali kepada niat masing-masing. Kalau niatnya untuk melecehkan, tentu saja ini yang tidak baik.

…And WE have made you tribes and sub-tribes that you may know one another…

Al Quran, Al Hujurat 14

Categories: social

1 response so far ↓

  • agung // August 29, 2007 at 4:17 am

    Malaysia sialan. mukulin orang gak mau minta maaf. padahal katanya negara Islam. Padahal Nabi Muhammad aja mau minta maaf pada orang yahudi ketika dia salah.

Leave a Comment